Beranda / Technology / PDAM Giri Nawa Tirta Pasuruan Dorong Pengelolaan Air Berbasis Teknologi Digital

PDAM Giri Nawa Tirta Pasuruan Dorong Pengelolaan Air Berbasis Teknologi Digital

PASURUAN – Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam pengelolaan layanan air bersih. Salah satunya melalui konsep smart water management yang memanfaatkan sensor Internet of Things (IoT) dan meteran air digital untuk memantau aliran serta penggunaan air secara lebih cepat dan akurat.

Konsep tersebut relevan untuk dikembangkan dalam pengelolaan layanan air oleh Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Pasuruan. Dengan sistem berbasis sensor, kondisi jaringan distribusi dapat dipantau menggunakan data secara berkala sehingga potensi gangguan maupun kebocoran dapat diketahui lebih awal.

Teknologi smart water meter pada sejumlah perusahaan penyedia air telah digunakan untuk memantau konsumsi pelanggan secara real-time. Sistem tersebut juga dapat membantu mendeteksi kebocoran pada instalasi dan mengetahui penggunaan air secara lebih akurat.

Dalam penerapannya, sensor IoT dapat ditempatkan pada titik-titik tertentu dalam jaringan distribusi air. Data mengenai debit, tekanan, maupun volume aliran kemudian dapat dikirimkan ke sistem pemantauan.

Data tersebut memungkinkan pengelola mendapatkan gambaran kondisi jaringan tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pemeriksaan manual di lapangan.

Salah satu manfaat penting teknologi tersebut adalah membantu mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian antara air yang dialirkan dengan air yang tercatat digunakan pelanggan. Kondisi itu dapat menjadi indikator awal untuk melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan kebocoran.

Penggunaan meteran digital juga dapat memberikan data konsumsi air secara lebih cepat. Bagi pelanggan, sistem tersebut berpotensi menghadirkan informasi penggunaan air yang lebih transparan, sementara bagi pengelola dapat membantu proses pencatatan dan pengawasan.

Penerapan teknologi digital di sektor air juga telah berkembang di Jawa Timur. Pada 2024, teknologi IoT digunakan untuk mendukung pemantauan meteran air di kawasan industri Surabaya. Sistem tersebut memungkinkan penggunaan air dipantau secara real-time sekaligus membantu mengetahui potensi kebocoran.

Digitalisasi pengelolaan air menjadi semakin penting seiring tuntutan peningkatan kualitas pelayanan. Sebelumnya, layanan PDAM Kota Pasuruan juga mendapat perhatian pemerintah daerah terkait keluhan masyarakat mengenai distribusi air. Dalam pernyataannya pada 2024, Wali Kota Pasuruan meminta perbaikan pelayanan karena akses air bersih menjadi salah satu bagian penting dalam kesejahteraan masyarakat.

Melalui pengembangan sistem pengelolaan air berbasis data, pemantauan jaringan diharapkan dapat dilakukan lebih terukur. Data yang diperoleh juga dapat menjadi dasar dalam menentukan titik yang membutuhkan pemeriksaan atau perbaikan.

Pada akhirnya, konsep smart water management bukan hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi. Sistem tersebut juga membutuhkan jaringan yang siap, pengelolaan data yang baik, serta sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan menindaklanjuti informasi yang diperoleh.

Jika dikembangkan secara bertahap, teknologi IoT dan meteran digital dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pengelolaan air yang lebih efisien sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan kepada pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *