PASURUAN — Semarak pawai dan karnaval menjadi salah satu kegiatan yang banyak digelar masyarakat, terutama dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI. Namun, di balik kemeriahan tersebut, Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda mengingatkan masyarakat agar tidak sampai melupakan kewajiban shalat.
KH Nurul Huda menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat yang berlangsung dari siang hingga malam dapat membuat sebagian peserta maupun penonton melewatkan waktu shalat.
“Contohnya pas karnaval Agustusan atau apalah itu, bisa jadi banyak belum sholat atau tidak sholat Dhuhur atau Ashar, bahkan bisa sampai Magrib,” ungkapnya usai menghadiri Milad ke-51 MUI di Kantor MUI Kabupaten Pasuruan, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengaku prihatin ketika melihat peserta maupun penonton karnaval yang tidak menunaikan shalat karena terlalu larut dalam kegiatan.
“Kami prihatin, karena saya melihat banyak peserta karnaval yang gak sholat. Bahkan penontonnya juga ikutan gak sholat,” katanya.
KH Nurul Huda menegaskan bahwa shalat lima waktu merupakan kewajiban yang tidak semestinya ditinggalkan hanya karena seseorang sedang mengikuti kegiatan masyarakat.
“Sholat itu tiang agama,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar menyusun kegiatan dengan memperhatikan waktu shalat. Bagi peserta karnaval yang waktunya bertepatan dengan waktu shalat, ia menyarankan untuk melaksanakan shalat jama’ taqdim terlebih dahulu sesuai ketentuan syariat.
“Makanya sebelum karnaval, sholat jama’ taqdim dulu saja,” imbuhnya.
Ia berharap kesadaran tersebut dapat tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan hiburan, perayaan dan keramaian tetap dapat dilaksanakan dengan baik tanpa mengorbankan kewajiban sebagai umat Islam.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan harapannya agar MUI terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Kami harapkan MUI terus mendampingi Pemerintah Daerah dalam urusan permasalahan keagamaan maupun kemasyarakatan,” ujarnya.
Gus Shobih berharap Milad ke-51 MUI menjadi momentum untuk memperkuat peran ulama dalam membimbing masyarakat sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah.
Milad ke-51 MUI tahun 2026 mengangkat tema “Merawat Ukhuwah, Menguatkan Peradaban.” Menurut Gus Shobih, tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan dan memperkuat peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat.










