KAYONA PASUARUAN – Keterbatasan akses terhadap fasilitas nuklir serta kekhawatiran masyarakat terhadap risiko radiasi masih menjadi hambatan utama dalam meningkatkan literasi sains dan teknologi nuklir di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan COGI VR, sebuah simulator berbasis Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran interaktif yang aman.
COGI VR merupakan replika digital tiga dimensi dari fasilitas Category I Gamma Irradiator yang berlokasi di Laboratorium Dr. Mirzan T. Razzak, Poltek Nuklir, Yogyakarta. Simulator ini dirancang khusus untuk mengenalkan prinsip kerja dan standar keselamatan iradiator gamma tanpa menuntut pengguna berhadapan langsung dengan pemancar radiasi.
Dosen Poltek Nuklir BRIN, Halim Hamadi, menjelaskan bahwa perangkat VR ini memandu pengguna melintasi tujuh tahapan simulasi secara terstruktur.
“Simulator membawa pengguna mengikuti tujuh tahapan pembelajaran, mulai dari memasuki laboratorium, mengikuti pengenalan keselamatan, mengambil sampel, masuk ke ruang iradiator, menempatkan sampel, mengamati proses iradiasi, hingga mengambil kembali sampel yang telah diiradiasi,” terang Halim pada Kamis (1/10).
Lonjakan Pemahaman Hasil Uji Coba Lapangan
Guna menguji efektivitas media VR ini, tim peneliti melakukan pengujian fungsi dan evaluasi pemahaman kepada sepuluh peserta dari kalangan siswa sekolah menengah dan mahasiswa. Hasil uji fungsi mencatat 15 skenario operasional berhasil dieksekusi tanpa kesalahan teknis (zero error).
Evaluasi pemahaman menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta yang sangat signifikan:
- Pengetahuan Umum Nuklir: Nilai rata-rata peserta melonjak dari angka 30 sebelum simulasi menjadi 88 setelah mengikuti sesi VR.
- Dasar Nuklir & Iradiasi: Pemahaman meningkat dari 17,5 persen menjadi 82,5 persen.
- Alur Kerja & Prosedur Keselamatan: Pemahaman naik dari 40 persen menjadi 92 persen.
- Minat Belajar: Sebanyak 70 persen responden menyatakan tertarik mempelajari teknologi nuklir lebih lanjut melalui aplikasi VR.
Pengembangan Fitur Simulasi Dosis dan Pelatihan Operator
Penggunaan sumber radiasi beraktivitas tinggi pada fasilitas iradiator gamma yang sebenarnya menuntut protokol keselamatan yang amat ketat. Kehadiran COGI VR memangkas hambatan fisik tersebut dengan memvisualisasikan lingkungan laboratorium secara realistis dan aman.
Ke depan, Poltek Nuklir BRIN merencanakan pengembangan fitur lanjutan pada aplikasi COGI VR, seperti simulasi perhitungan dosis radiasi secara real-time, sistem penilaian kinerja pengguna (user scoring system), hingga modul pelatihan awal bagi calon operator fasilitas iradiator gamma.
Melalui terobosan simulator berbasis VR ini, teknologi nuklir kompleks yang sebelumnya sulit diakses publik kini dapat dipelajari secara terbuka, edukatif, dan bebas dari risiko radiasi.










