Beranda / Technology / Lepas Kunci Frekuensi 700 MHz dan 2600 MHz, Komdigi Pacu Lompatan Besar Kualitas 5G Indonesia

Lepas Kunci Frekuensi 700 MHz dan 2600 MHz, Komdigi Pacu Lompatan Besar Kualitas 5G Indonesia

KAYONA PASUARUAN – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengalihkan fokus strategi pembangunan infrastruktur siber nasional dari perluasan jangkauan ( coverage ) menuju peningkatan kualitas jaringan ( quality of service ). Langkah ini diambil setelah tingkat penetrasi konektivitas digital di Indonesia berhasil menembus angka di atas 90 persen.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, mengonfirmasi keputusan strategi tersebut usai menghadiri puncak peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung.

Guna merealisasikan percepatan kualitas tersebut, Komdigi telah merilis alokasi pita spektrum frekuensi radio 700 MHz dan 2600 MHz untuk segera dioptimalkan oleh seluruh operator seluler di Tanah Air.

Penataan Fungsi Spektrum 700 MHz dan 2600 MHz

Pelepasan dua pita frekuensi ini memiliki peran teknis yang sangat spesifik dalam arsitektur telekomunikasi nasional:

  1. Frekuensi Low-Band 700 MHz: Diproyeksikan untuk memperkuat area cakupan ( coverage area ) teknologi 4G LTE, khususnya dalam mengeliminasi wilayah tanpa sinyal ( blank spot ) di daerah pelosok.
  2. Frekuensi Mid-Band 2600 MHz: Dikhususkan sebagai akselerator kapasitas ( capacity booster ) untuk mendorong lompatan kecepatan dan latensi rendah pada penetrasi jaringan 5G.

“Frekuensi 700 sangat penting untuk coverage area teknologi 4G demi menutup semua area blank spot kita. Sedangkan 2600 untuk gangguan kualitas 5G,” terang Angga saat memberikan keterangan resmi.

Target Tiga Tahun Akselerasi 5G Terjangkau

Wamenkomdigi mengakui bahwa adopsi dan sebaran jaringan 5G di Indonesia saat ini masih dalam tahap awal. Namun, dengan tergelarnya pita frekuensi 2600 MHz, pemerintah optimistis akan terjadi ekskalasi adopsi teknologi secara masif dalam waktu singkat.

Komdigi menargetkan dalam rentang waktu tiga tahun ke depan, ekosistem 5G di Indonesia dapat tumbuh pesat, memberikan kinerja tinggi bagi masyarakat, serta tetap dapat diakses dengan skema tarif yang terjangkau.

Langkah perluasan dan peningkatan mutu jaringan ini menjadi perwujudan konkret dari visi transformasi digital nasional, yaitu Terkoneksi, Tumbuh, dan Terjaga melalui kerja sama erat antara pemerintah, penyedia infrastruktur, dan masyarakat.

“Hari ini bukan sekedar perayaan, tapi ini adalah semangat kita ke depan. Bagaimana menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik buat masyarakat kita melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat,” tutup Angga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *