Beranda / Technology / Jembatani Kesenjangan Talenta Vokasi dan Industri AI, CTI Group Gelar Program DIGIForward 2026 di Jawa Tengah

Jembatani Kesenjangan Talenta Vokasi dan Industri AI, CTI Group Gelar Program DIGIForward 2026 di Jawa Tengah

KAYONA PASUARUAN – Integrasi pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam lanskap industri global menuntut pergeseran kompetensi sumber daya manusia. Memasuki era Cognitive Automation, kebutuhan industri tidak lagi sebatas kemampuan operasional dasar, melainkan kapabilitas berpikir kritis, pemecahan masalah teknis, serta rekayasa solusi berbasis teknologi yang relevan dengan persoalan nyata.

Menjawab tantangan tersebut, PT Computrade Technology International (CTI Group) menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk DIGIForward 2026 di Jawa Tengah. Langkah ini diambil guna memperkuat kesiapan talenta digital dari jenjang pendidikan vokasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK di Jawa Tengah tercatat mencapai 6,75%, lebih tinggi dari angka TPT provinsi sebesar 4,24%. Data ini mempertegas pentingnya penyelarasan (link and match) kurikulum vokasi dengan dinamika teknologi industri modern.

CEO CTI Group, Rachmat Gunawan, menegaskan bahwa penerapan teknologi AI membutuhkan kesiapan modal manusia agar aplikasi yang dibangun memberikan nilai tambah yang terukur pada layanan publik.

“Bagi kami, penguasaan teknologi akan menjadi semakin berarti ketika dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata di sekitar kita. Karena itu, DIGIForward menjadi salah satu upaya CTI Group untuk membantu mempersiapkan talenta vokasi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia industri,” ulas Rachmat Gunawan.

Metode Innovation Sprint dan Integrasi Arsitektur AI

Setelah sukses di Jawa Timur pada 2025, DIGIForward 2026 diikuti oleh 15 sekolah di Jawa Tengah. Setiap tim terdiri dari empat siswa yang memegang peran spesifik dalam software development lifecycle (SDLC)—meliputi Team Leader, dua Developer, serta Quality Assurance (QA) dan Designer—disertai satu guru pendamping.

Bekerja sama dengan Generation Educators (GenEd) melalui pendekatan experiential learning, para peserta dilatih memanfaatkan kerangka kerja design thinking dan rekayasa prompting AI. Sepuluh tim terbaik difasilitasi dalam ajang Innovation Sprint (hackathon 2 hari 1 malam) dengan pendampingan langsung dari AI Solution Engineer CTI Group untuk membangun prototipe aplikasi.

Inovasi Unggulan Hasil Karya Lulusan Vokasi

Ajang pembuktian inovasi ini menghasilkan tiga solusi teknologi terbaik:

  1. Juara 1 – XSATA Swift (SMK Negeri Tengaran): Mengembangkan aplikasi “Xsata Career”, platform bimbingan karier berbasis AI yang mempersonalisasi panduan karier, informasi industri, dan konsultasi siswa untuk mengatasi keterbatasan rasio guru BK di sekolah.
  2. Juara 2 – Sikat Stemba (SMK Negeri 7 Semarang): Merancang “WadulKan”, aplikasi pembuat draf pengaduan warga otomatis untuk efisiensi birokrasi di tingkat kelurahan.
  3. Juara 3 – SKANIDA (SMK Negeri 2 Semarang): Menghadirkan “Gizka”, aplikasi pemindai gizi makanan berbasis pengenalan citra (computer vision) dari foto.

Melalui program ini, CTI Group memberikan pengalaman hands-on bagi 40 siswa dan 10 guru untuk mengonfigurasi AI sebagai alat bantu pemecahan masalah publik sekaligus mencetak talenta vokasi yang siap bersaing di pasar kerja digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *