Beranda / Technology / Perkuat Akses Satelit dan AI, Komdigi Jajaki Kerja Sama Teknologi Tingkat Tinggi dengan Rusia

Perkuat Akses Satelit dan AI, Komdigi Jajaki Kerja Sama Teknologi Tingkat Tinggi dengan Rusia

KAYONA PASURUAN – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Federasi Rusia menjalin sinergi strategis dalam menjajaki pemanfaatan teknologi satelit dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini diambil guna mempercepat pemerataan infrastruktur digital serta memperkuat ekosistem teknologi di Indonesia.

Penjajakan dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, melalui komunikasi jarak jauh bersama perwakilan Presiden Rusia yang dipimpin oleh Inal Ardzinba, Head of the Department for Coordination of Strategic Initiatives, Directorate for Strategic Partnership and Cooperation, Administration of the President of the Russian Federation.

Dalam pembahasan tersebut, pihak Rusia memaparkan peluang pemanfaatan jaringan yang mencakup 98 satelit aktif, dengan kapasitas peluncuran mencapai 16 satelit baru setiap tahunnya. Penawaran ini mencakup akses data satelit, penyediaan sistem administrasi terpadu, hingga perangkat penerima (receiver).

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menyambut baik tawaran teknologi tersebut dan mendorong keterlibatan industri dalam negeri, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Anda juga dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN,” ujar Angga dalam keterangan resminya.

Transfer Teknologi dan Riset Laboratorium

Selain penyediaan perangkat keras (hardware), sinergi ini menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan riset ilmiah. Kerja sama diarahkan pada pembangunan laboratorium riset di Indonesia serta program pendidikan yang memungkinkan mahasiswa Indonesia mempelajari dan mengoperasikan satelit secara langsung.

Di sisi lain, penerapan Artificial Intelligence (AI) disiapkan untuk mendukung sektor pendidikan dan literasi digital berbasis masyarakat. Komdigi menekankan bahwa AI tidak hanya diimplementasikan sebagai alat bantu teknis, tetapi diarahkan untuk membangun pemahaman fundamental masyarakat terhadap teknologi.

“Kalau kita berbicara tentang literasi digital, saya ingin sesuatu yang benar-benar diarahkan kepada masyarakat. Jadi masyarakat bukan hanya mengetahui cara menggunakan teknologi,” tegas Angga.

Pembahasan ini menjadi pijakan awal bagi kedua negara untuk mengidentifikasi skema kerja sama konkret terkait riset, inovasi, serta pengembangan talenta digital sesuai kebutuhan nasional Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *