Beranda / Pasuruan / Luapan Sungai Rejoso Rendam Sejumlah Desa di Pasuruan, Winongan Paling Parah

Luapan Sungai Rejoso Rendam Sejumlah Desa di Pasuruan, Winongan Paling Parah

Luapan Sungai Rejoso kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sejak siang hari di Kecamatan Lumbang, Puspo, dan Tosari. Debit air yang meningkat menyebabkan sungai meluap dan menggenangi beberapa desa di wilayah hilir.

Kecamatan Winongan menjadi daerah yang paling terdampak akibat luapan Sungai Rejoso dan anak-anak sungainya. Hingga Kamis sore, sejumlah desa di kecamatan tersebut terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Di Desa Winongan Kidul, banjir menggenangi lima dusun dengan ketinggian air antara 20 hingga 65 sentimeter. Sementara di Desa Bandaran, delapan dusun terendam dengan ketinggian 20–30 sentimeter. Genangan setinggi 25 sentimeter juga terjadi di dua dusun Desa Winongan Lor, sedangkan di Desa Sruwi, ketinggian air mencapai 30 sentimeter.

Banjir juga merendam enam dusun di Desa Prodo dengan rata-rata ketinggian 30–40 sentimeter, bahkan di salah satu dusun mencapai 110 sentimeter. Selain itu, genangan air turut melanda satu dusun di Desa Sidepan, dua dusun di Desa Lebak, serta dua dusun di Desa Mendalan. Di Desa Menyarik, banjir menggenangi tiga dusun dengan ketinggian antara 40–60 sentimeter.

Data desa yang terdampak banjir ini masih bersifat sementara,” jelas Sugeng.

Akibat peristiwa tersebut, ratusan kepala keluarga terdampak, dan aktivitas warga di beberapa lokasi lumpuh akibat banjir yang cukup parah.

Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu, yang memang kerap terjadi setiap memasuki musim hujan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk langkah evakuasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Hingga saat ini kondisi masih aman dan terkendali,” ujar Nanang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *