Beranda / Technology / Tekan Bahaya Narkoba pada Remaja, Presiden Prabowo Perintahkan Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Teknologi dan Kurikulum Kampus

Tekan Bahaya Narkoba pada Remaja, Presiden Prabowo Perintahkan Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Teknologi dan Kurikulum Kampus

KAYONA PASUARUAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada jajaran menteri dan kementerian terkait untuk merumuskan model pendidikan serta sistem rehabilitasi khusus bagi pengguna narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba), khususnya di kalangan remaja dan generasi muda.

Instruksi tersebut disampaikan usai menggelar rapat terbatas bersama jajaran kabinet di Istana Negara, Jakarta. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengonfirmasi bahwa arahan Presiden berfokus pada pembentukan kurikulum berbasis pemulihan agar para korban dapat kembali hidup secara produktif.

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum, pendidikan yang ada sehingga itu akhirnya bisa betul-betul mengubah ya,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto usai menghadiri rapat.

Integrasi Inovasi Perguruan Tinggi dan Best Practice Global

Pemerintah akan merumuskan formula rehabilitasi terpadu dengan melibatkan perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi. Pendekatan ini memanfaatkan rekam jejak riset serta praktik baik (good practices) yang sebelumnya telah dikembangkan oleh para peneliti dari Universitas Indonesia (UI) dan dokter spesialis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Selain memanfaatkan potensi akademis dalam negeri, Presiden Prabowo menginstruksikan agar Indonesia mempelajari dan mengadopsi skema best practice dari negara-negara luar yang telah sukses menerapkan teknologi modern dalam sistem edukasi dan rehabilitasi medis.

“Bapak Presiden juga memberikan petunjuk, bagaimana best practice di beberapa negara lain, model pendidikan dan model rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi itu sudah bisa dilakukan,” tambah Brian.

Menutup Celah Akses Narkoba di Kalangan Muda

Rapat terbatas tersebut secara khusus menyoroti maraknya kemudahan akses mendapatkan narkoba yang kian mengancam kelompok usia muda. Melalui sinergi antar-lembaga dan pemanfaatan riset teknologi kesehatan mental serta kedokteran dari perguruan tinggi, pemerintah optimistis dapat menghadirkan metode pemulihan komprehensif.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk menyembuhkan para pecandu muda sekaligus memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan sains, teknologi, dan pendidikan yang terstruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *