KAYONA PASUARUAN – Raksasa teknologi nirkabel dunia, Qualcomm Incorporated, secara resmi angkat bicara mengenai fenomena kelangkaan komponen memori yang tengah melanda industri elektronik global. Krisis pasokan ini berdampak langsung pada rantai produksi perangkat elektronik konsumen, sekaligus menjadi salah satu faktor utama yang memicu tren kenaikan harga smartphone di tingkat global.
Executive Vice President dan Chief Marketing Officer (CMO) Qualcomm Incorporated, Don McGuire, mengklarifikasi bahwa gangguan pasokan yang terjadi saat ini tidak bersumber dari kelangkaan pasokan chipset atau prosesor. Permasalahan mendasar justru terletak pada terbatasnya ketersediaan komponen memori (RAM dan penyimpanan) yang diproduksi oleh produsen memori dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan McGuire di hadapan awak media dan mitra industri dalam gelaran Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 di Jakarta.
Kanibalisasi Pasokan oleh Data Center dan Tren Agentic AI
McGuire membeberkan bahwa penyebab utama dari penyedotan pasokan memori secara masif adalah lonjakan kebutuhan infrastruktur pusat data (data center) global. Ekspansi pusat data berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menyerap porsi terbesar dari kapasitas produksi pabrikan memori dunia, sehingga menggeser alokasi pasokan untuk segmen perangkat konsumen (consumer electronics).
Kondisi tersebut menciptakan ketimpangan antara permintaan pasar dan ketersediaan barang, yang pada akhirnya mendorong lonjakan harga komponen memori secara signifikan di pasar internasional.
“Sebenarnya, fenomena kelangkaan memori ini bukan soal chipset. Jadi, memori saat ini menjadi komponen yang sangat terbatas dan langka karena sebagian besar memori jelas digunakan untuk kebutuhan data center,” ulas Don McGuire.
Ia menegaskan bahwa lini produksi pemrosesan utama seperti sistem pada chip (System on Chip/SoC) Snapdragon berada dalam kondisi stabil tanpa kendala pasokan. Namun, pabrikan smartphone menghadapi tantangan besar saat harus memadukan Snapdragon dengan komponen memori yang didapatkan dari produsen pihak ketiga.
Solusi Arsitektur HPC dan Prediksi Pemulihan Pasar
Guna mencegah persoalan ini berlarut-larut menjadi krisis jangka panjang, Qualcomm mengambil langkah proaktif melalui rekayasa arsitektur pemrosesan. Perusahaan merancang efisiensi pemanfaatan memori dengan mengintegrasikan teknologi High-Performance Computing (HPC) langsung ke dalam platform smartphone.
Integrasi HPC pada perangkat genggam diharapkan mampu meningkatkan efisiensi tata kelola memori pada tingkat perangkat keras (hardware), sehingga konsumsi dan ketergantungan terhadap kapasitas memori fisik yang besar dapat teroptimalkan. Teknologi ini diproyeksikan mulai terimplementasi pada sejumlah perangkat komersial pada awal tahun depan.
Meskipun permintaan pasar terhadap perangkat smartphone baru terus merangkak naik seiring dengan pergeseran tren teknologi menuju era agentic AI—yaitu sistem AI mandiri yang mampu mengeksekusi tugas kompleks—krisis pasokan memori diperkirakan baru akan melandai secara bertahap pada kurun waktu akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028.









