Jakarta – Pergerakan harga pangan nasional pada Selasa, 9 Desember 2025, menunjukkan volatilitas tinggi menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (pukul 12.00 WIB) mengindikasikan bahwa beberapa komoditas utama mengalami kenaikan drastis, memberikan sinyal adanya tekanan inflasi di pasar tradisional.
Kenaikan Mencolok di Bumbu Dapur
Kelompok bumbu dapur menjadi penyumbang kenaikan harga paling signifikan:
- Bawang Merah: Komoditas ini kembali melonjak tajam sebesar 7,64% (Rp3.650) dan kini dijual dengan harga rata-rata Rp51.400 per kilogram. Kenaikan ini memperkuat kekhawatiran terhadap lonjakan biaya pengeluaran rumah tangga.
- Bawang Putih: Bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan tipis Rp200, mencapai Rp39.750 per kilogram.
Cabai Rawit Merah Sentuh Puncak Kenaikan
Meskipun harga cabai merah besar dan keriting menunjukkan penurunan (masing-masing 2,7% dan 4,15%), volatilitas terjadi di segmen cabai rawit:
- Cabai Rawit Merah: Mencatatkan kenaikan tertinggi harian sebesar 14,36%, menembus harga Rp77.250 per kilogram. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan dan ketatnya pasokan menjelang perayaan akhir tahun.
- Cabai Rawit Hijau: Ikut naik sebesar Rp2.700, mencapai Rp55.900 per kilogram.
Beras Relatif Stabil
Di tengah gejolak harga bumbu dapur, harga kelompok beras relatif terjaga. Beras kualitas medium I dan medium II tercatat stabil di Rp15.850 dan Rp15.700 per kilogram. Hanya beras kualitas bawah I dan II yang mengalami kenaikan sangat tipis, masing-masing sebesar Rp100 dan Rp50.
Perubahan harga yang beragam ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk segera menstabilkan pasokan, terutama untuk komoditas yang mengalami lonjakan tajam seperti bawang merah dan cabai rawit. (Sls)










