Beranda / Uncategorized / Presiden Prabowo Beri Becak Listrik di Kab. Pasuruan

Presiden Prabowo Beri Becak Listrik di Kab. Pasuruan

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, bersama Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Program ini merupakan bagian dari bantuan sosial Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang ditujukan khusus bagi tukang becak lanjut usia.

Selain menerima becak listrik yang dapat langsung digunakan untuk bekerja, para tukang becak juga mendapatkan paket sembako sebagai bentuk perhatian tambahan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Raut bahagia terlihat jelas di wajah Mustakim (64), tukang becak asal Kecamatan Bangil. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih Pak Prabowo, terima kasih Mas Bupati. Saya benar-benar tidak menyangka,” ujarnya singkat.

Menurut Mustakim, becak listrik ini menjadi harapan baru baginya dan rekan-rekan sesama tukang becak lansia. Di usia yang tak lagi muda, becak listrik dinilai mampu meringankan beban fisik saat mencari nafkah.

Sementara itu, Firman Dahlan menjelaskan bahwa bantuan becak listrik difokuskan bagi tukang becak berusia di atas 55 tahun. Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana untuk tetap produktif dan mandiri.

“Ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi bentuk dukungan moral agar para tukang becak lansia tetap percaya diri dalam mencari penghasilan yang halal,” tegas Firman.

Firman menambahkan, produksi becak listrik akan terus ditingkatkan. Namun untuk tahap awal, distribusi masih difokuskan di wilayah Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, menyesuaikan kesiapan produksi.

Di kesempatan yang sama, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo berpesan agar para penerima menjaga dan merawat becak listrik tersebut. Ia menilai bantuan ini sangat membantu lansia yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi tukang becak.

“Becak ini lebih ringan karena tidak perlu dikayuh. Cukup dioperasikan dan kecepatan bisa diatur. Kalau baterainya habis, tinggal diisi ulang di rumah,” jelasnya.

Mas Rusdi juga mengaku telah mencoba langsung becak listrik tersebut dan merasakan kenyamanannya. Selain empuk, kendaraan ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan becak motor.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan memudahkan panjenengan semua dalam mencari rezeki,” pungkasnya.

Momen penuh haru dirasakan ratusan tukang becak lansia di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 100 unit becak listrik generasi terbaru resmi disalurkan kepada para penerima manfaat dalam sebuah seremoni yang digelar di halaman Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (16/12/2025).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, bersama Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Program ini merupakan bagian dari bantuan sosial Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang ditujukan khusus bagi tukang becak lanjut usia.

Selain menerima becak listrik yang dapat langsung digunakan untuk bekerja, para tukang becak juga mendapatkan paket sembako sebagai bentuk perhatian tambahan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Raut bahagia terlihat jelas di wajah Mustakim (64), tukang becak asal Kecamatan Bangil. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih Pak Prabowo, terima kasih Mas Bupati. Saya benar-benar tidak menyangka,” ujarnya singkat.

Menurut Mustakim, becak listrik ini menjadi harapan baru baginya dan rekan-rekan sesama tukang becak lansia. Di usia yang tak lagi muda, becak listrik dinilai mampu meringankan beban fisik saat mencari nafkah.

Sementara itu, Firman Dahlan menjelaskan bahwa bantuan becak listrik difokuskan bagi tukang becak berusia di atas 55 tahun. Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana untuk tetap produktif dan mandiri.

“Ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi bentuk dukungan moral agar para tukang becak lansia tetap percaya diri dalam mencari penghasilan yang halal,” tegas Firman.

Firman menambahkan, produksi becak listrik akan terus ditingkatkan. Namun untuk tahap awal, distribusi masih difokuskan di wilayah Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, menyesuaikan kesiapan produksi.

Di kesempatan yang sama, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo berpesan agar para penerima menjaga dan merawat becak listrik tersebut. Ia menilai bantuan ini sangat membantu lansia yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi tukang becak.

“Becak ini lebih ringan karena tidak perlu dikayuh. Cukup dioperasikan dan kecepatan bisa diatur. Kalau baterainya habis, tinggal diisi ulang di rumah,” jelasnya.

Mas Rusdi juga mengaku telah mencoba langsung becak listrik tersebut dan merasakan kenyamanannya. Selain empuk, kendaraan ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan becak motor.

“Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan memudahkan panjenengan semua dalam mencari rezeki,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *